Monthly Archives: Desember 2010

Membuat Baterai Untuk Penyimpanan Arus Listrik.


Oleh Abdillah, FNU.

Untuk menyimpan arus dan tegangan listrik yang kita peroleh dari pembangkit listrik yang kita buat, kita tentu memerlukan baterai. Sayangnya harga baterai cukup lumayan mahal. Selain itu, kita memerlukan lebih dari satu baterai.

Jika kita mampu membuat baterai, mengapa harus beli?. Untuk mampu membuat baterai, kita harus tahu bahan-bahan yang dipakai. Namun sebelum itu, ada bagusnya kalau kita mengetahui dasar-dasar pembuatan baterai agar kita tahu proses selanjutnya.

1. Bahan Logam untuk Sel dan Kutub Baterai

Hal pertama yang wajib kita ketahui adalah bahan logam dan deret Volta. Yaitu bahan kimia logam yang dapat digunakan untuk kutub-kutub baterai melalui proses oksidasi dan reduksi nantinya.

Bahan kimia tersebut adalah:

Li, K, Ba, Ca, Na, Mg, Al, Mn, ZnFe, Ni, Sn, Pb, (H), Cu, Hg, Ag, Pt, Au

Dari deret logam itu, semakin ke kanan adalah bahan yang semakin mudah direduksi tetapi semakin sukar dioksidasi. Sebaliknya, semakin ke kiri adalah semakin mudah dioksidasi dan semakin sukar direduksi.

Bahan logam yang dapat berproses oksidasi akan berfungsi sebagai Anoda (kutub Negatif). Bahan logam yang dapat berproses reduksi akan berfungsi sebagai Katoda (kutub Positif). Kutub positif dan negatif sangat diperlukan untuk penghantaran listrik hingga berfungsi sebagaimana yang kita inginkan.

Logam yang saya tandai dengan bold dan warna merah adalah yang mudah kita jumpai dan murah harganya, yaitu Alumunium (Al), Besi (Fe), Timbal (Pb), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn).

2. Elektrolit (Cairan Baterai).

Secara sederhana definisi elektrolit adalah cairan konduktif yang digunakan untuk proses reduksi dan oksidasi kutub-kutub pada bateri. Sehingga terjadi migrasi ion-ion pada baterai yang membuat baterai dapat menyimpan atau mengeluarkan energi listrik.

Ada banyak cairan elektrolit. Menurut volta cairan harus berbentuk asam. Buah-buahan yang bersifat asam seperti jeruk, asam jawa, dll airnya dapat digunakan sebagai elektrolit. Juga air yang dicampur garam dapat dijadikan sebagai elektrolit batere. Tapi dalam kesempatan ini sebaiknya menggunakan H2SO4 yang biasa digunakan pada baterai mobil/motor. Untuk mendapatkannya, dapat membeli  di toko kimia atau toko perlengkapan mobil/motor.

Catatan: hati-hati dalam menggunakan cairan untuk baterai. Karena merupakan kimia berbahaya. Gunama masker dan kacamata pengaman, serta sarung tangan. Agar aman selama menggunakan cairan kimia tersebut.

3. Sel Baterai

Sel baterai adalah sel yang dibuat dari plat tipis berbentuk persegi panjang untuk menghasilkan listri hasil reduksi dan oksidasi oleh elektrolit.

Tiap sel pada baterai umumnya menghasilkan tegangan 2 Volt. Sehingga untuk menghasilkan tegangan yang kita inginkan (12 volt misalnya) kita harus menghubungkan tiap sel secara seri.

Perlu diketahui, hubungan secara seri (dari positif ke negatif) akan meningkatkan tegangan (volt) sedang arus (current) tetap. Sebaliknya, hubungan paralel (dari positif ke positif dan negatif ke negatif) akan membuat arus (current) meningkat dan tegangan (volt) tetap.

Contoh Hubungan secara Serial

 

Contoh Hubungan secara Paralel.

(Bersambung. Insya Allah).

Iklan

15 Komentar

Filed under Umum

Cara Membuat Generator DC (Alternator) 3 Phasa – Bagian 2: Membuat Plat Magnet


Oleh: Abdillah, FNU.

Pada bagian ke 2 ini kita akan membuat Plat Magnet. Plag Magnet ini adalah bagian yang akan diputar oleh kincir angin pada Pembangkit Listrik Tenaga Angin atau kincir air pada Pembangkit Listrik Mikro Hidro.

Yang perlu disediakan adalah Plat Besi bulan dengan tebal sekitar 3 – 5 mm dengan diameter 10  Inchi dan Batangan Magnet Neodymium sebanyak 8 buah. Magnet neodymium adalah magnet kuat yang paling baik untuk membuat alternator. Jika tidak ada, dapat menggunakan magnet lain yang terbuat dari kramik yang biasa digunakan untuk speaker.

Bentuk, susunan, dan tata letaknya dapat dilihat pada gambar berikut.

Contoh Susunan Plat Magnet dan Plat Kumparan pada “alternator” (Generator Listrik DC) yang akan kita buat. Perhatikan tata letak kutub-kutub magnetnya.

 

 

Contoh Plat Magnet yang menggunakan 16 buah Magnet Neodymium

(Bersambung. Insya Allah).

39 Komentar

Filed under Umum