Monthly Archives: Maret 2011

Membuat Baterai Sederhana


Oleh: FNU Abdillah

Adik-adik pelajar, kita buat lagi yuk baterai sederhana.

Bahan yang dibutuhkan:

1. Plat tembaga ukuran 4 x 3 cm sebanyak 10 buah
2. Plat seng ukuran 4 x 3 cm sebanyak 10 buah
3. Kain-kainan bekas ukuran 3 x 3 cm sebanyak 10 buah
4. Plastik plat ukuran 3 x 3 cm sebanyak 10 buah
5. Karet gelang
6. Air garam.
7. LED sebanyak 1 buah.
8. Kabel.
9. Solder dan timah untuk menghubungkan kabel ke plat tembaga dan seng.

Caranya:

1. Rendamlah kain-kainan dalam air garam sampai basah.
2. Susunlah semua bahan seperti gambar berikut ini.
3. Ikatlah dengan karet gelang
4. Hubungkan kabel dengan plat tebaga dan seng serta LED.

SELAMAT MENCOBA.

23 Komentar

Filed under Umum

Percobaan Membuat Listrik dari Singkong, Ubi, Kentang


Oleh: FNU Abdillah

Bagi adik-adik kelas 5 dan 6 SD, satu lagi kita dapat bereksperimen membuat listrik dari singkong, ubi, dan kentang.

Caranya adalah sebagai berikut:

Bahan yang dibutuhkan:

1. Singkong, ubi, kentang.

2. Potongan kawat tembaga 1 mm seukuran kira-kira 5 cm, 9 buah
3. Paku 9 buah
4. Kabel secukupnya
5. 4 buah lampu LED.
6. Avo Meter

Cara membuatnya:

1. Potonglah 3 buah singkong menjadi masing-masing 3 bagian;
2. Tancapkan potongan tembaga dan paku seperti pada gambar;
3. Hubungkan secara seri dan paralel menggunakan kabel seperti pada gambar;
4. Hubungkan dengan LED.

Tugas:

1. Kutub apakah yang bernilai positif dan negatif? paku atau tembaga?
2. Menggunakan Avo meter. tes berapa Volt besar tegangan yang dihasilkan? Gunakan AVO Meter untuk mengukurnya.
3. Berapa pula Amper arus yang dihasilkan?
4. Berapa lama 4 buah dapat menyala?.
5. Bandingkan jika buahnya menggunakan ubi atau kentang.
6. Tanyakan pada guru sains kalian, mengapa singkong, ubi, kentang dapat menghasilkan istrik?.

Perhatian: Dalam pengerjaan eksperimen di atas, harus didampingi guru atau orang tua atau orang dewasa yang mengerti dan dapat menjamin keamanan adik-adik.

Selama Bereksperimen.

34 Komentar

Filed under Umum

Membuat Radio Tanpa Baterai


Oleh: FNU Abdillah

Mebuat radio tanpa baterai sangat mudah. Hanya saja diperlukan Headphone berimpedansi tinggi untuk mendengarkannya.

Bahan yang dibutuhkan:

1. Kawat beremail diameter 0,5 mm panjang sekitar 25 meter.
2. Koker dari kardus bekas tisu atau bekas bahan pakaian diameter 2 inchi (dapat menggunakan paralon)
3. Variabel Condensator AM
4. Dioda Germanium IN 60
5. Jack (Jek);
6. Headphone.

Skema radio tanpa baterai:

Sketsa Gambar radio tanpa baterai:

Selamat Mencoba.

4 Komentar

Filed under Umum

Kompor Tenaga Matahari


Oleh: FNU Abdillah

Energi thermal matahari (tenaga panas matahari) dapat dimanfaatkan untuk memasak. Untuk keperluan itu, kita harus membuat “kompor” tenaga matahari. Kompor tenaga matahari bukan seperti kompor pada umumnya. Tapi lebih mirip dengan oven. Lebih tepatnya oven jemur.

Anda ingin membuat kompor tenaga matahari? Lihat gambar berikut. Anda pasti mampu membuatnya. Bagi adik-adik, silahkan ajak kakak/orangtua untuk melihat foto disini dan meminta mereka membuatkannya.

Bahan yang dibutuhkan ialah:

1. Tripleks tebal/papan
2. Kaca transparan
3. Paku dan lem secukupnya
4. Alumunium foil atau lembaran berwarna perak.

Gambar contoh lain kompor tenaga matahari

Tinggalkan komentar

Filed under Energi Surya

Air Laut Sebagai Sumber Listrik


Oleh: FNU Abdillah

Banyak ahli yang memikirkan memanfaatkan air laut sebagai sumber listrik. Umumnya mereka berfikir memanfaatkan tekanan ombak untuk menggerakkan turbin listrik. Tapi sepertinya belum ada yang berfikir bahwa air laut dapat dimanfaatkan sebagai elektrolit baterai untuk menghasilkan listrik.

Sebuah gagasan (ide) saya adalah menghasilkan listrik dari air laut. Dimana air ditampung dalam bak penampung yang sekaligus berfungsi sebagai penjemur air laut untuk meningkatkan kadar garam. Setelah kadar garam meningkat, air laut tersebut dimasukkan ke baterai sebagai fungsi elektrolit. Kemudian listriknya dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

Dengan cara tersebut, listrik yang dihasilkan tidak cukup besar dan cepat habis kemampuan elektrolitnya untuk menghasilkan listri pada baterai bank. Untuk mengatasi hal itu, tentu kita harus sering mengganti cairan elektrolitnya.

Masalah lain adalah perubahan pada plat logam yang dijadikan anoda dan katoda. Karena proses reduksi dan aksidasi sudah tentu lapisan pada permukaannya berubah. Untuk mengatasi hasil ini, perlu dicari cara agar loga pada katoda dan anoda selalu dalam keadaan normal seperti pada awalnya.

Gambar: Sketsa Sederhana Pemanfaatan Air Laut sebaga Sumber Listrik Baterai

Ini baru sebuah gagasan dan saya belum mencobanya. Ada yang mau mencobanya?.

4 Komentar

Filed under Umum

Robot Sederhana Dengan Sumber Energi Buah-Buahan


Oleh: FNU Abdillah.

Saya lagi memikirkan membuat robot yang bisa membuat tenaga dari buah-buahan. Artinya robot yang bisa makan buah (jeruk nipis, blimbing wuluh misalnya).

Dasarnya: menurut Volta khan bahwa alektrolit adalah asam. Buah-buahan yang asam dapat dibuat sebagai elektrolit baterai (Ini teori pendukungnya dari asumsi saya. Sangat sederhana).

Caranya:
1. buah kita masukkan ke suatu lubang di bagian atas robot (“mulut” robot) akan jatuh ke ruang didalam tubuh robot (“perut” robot).
2. buah dalam “perut” robot dihancurkan oleh alat seperti blender listrik di dapur kita (alat pencernaan robot):
3. Ampasnya disisihkan dengan saringan sebagai kotoran, airnya jatuh ke wadah dibawah saringan;
4. Airnya (elektrolit) akan membasahi logam (logam kita gunakan 2 dari diantara DERET VOLTA. Yang bagus EMAS (Au) dan Platina (Pt) serta Litium (Li));
5. Melalui proses oksidasi dan reduksi, elektrolit dari buah dan logam itu, akan menghasilkan listrik.
6. Listrik itu yang menjadi sumber tenaga robot.
7. Ketika alektrolit sudah tidak menghasilkan listrik, maka cairannya dibuang secara otomatis (seperti air seni robot) atau digunakan sebagai pendingin komponen elektronika robot yang sering panas, seperti: IC, Transistor, dll. Pada kondisi ini, robot perlu “makan” buah lagi .

Saya kira mungkin sekali kita buat robot yang bisa makan buah sebagai sumber energinya .

Masalahnya, energi listrik yang dihasilkan sangat kecil. Tapi tidak apa-apa. Tidak perlu membuat robot yg terlalu rumit yg membutuhkan banyak energi. Cukup membuat robot dengan satu atau dua motor kecil (motor listrik yang sedikit butuh arus listrik).

Kalau nggak ada buah, kita bisa kasih cairan: air garam, air + baking soda. Jadi robot juga tidak hanya makan, tapi juga “minum”

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Solar Cell Vocabulary 2


Direct Mount: The PV modules mount directly to the conventional roof material, eliminating the need for a supporting framework. The modules must not distrub the roof covering’s weather tight integrity and be adequately sealed using appropriate sealants.

Rack Mount: The PV modules are supported by metal framework and are set at a predetermined angle. The Rack-Mounted Array is placed on the roof with the rack bolted on the roof’s structural members.

Stand Off Mount: The Stand off mounting systems place the modules parallel to the roof with an air gap between the two surface to gain adequate airflow under the modules. The modules are placed on the channeled rails anda clamped down to the rails with ‘top down’ clips that grasp the alumunium frame.

Ballasted Mount: Ballasted mounting systems are designed for flat roofs and do not requare penetrations. The rely on weight to prevent uplift from wind. This is often accomplished with concrete blocks.

Building integrated Mount: Building integrated photovoltaic (BIPV) systems are electric generating systems that are integrated into the building shell. BIPV products can take place of taditional building materials such as shingles, overhangs, skylights and windows, and provide many auxiliary advantages compared to standard array options.

34442-42124-2134-22334-1.

Tinggalkan komentar

Filed under Umum